Selamat Ulang Tahun PPNI. Senin (12/5) saya diundang H Aat Permana, SKM, Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Cabang Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, untuk mengikuti agenda kunjungan ke RSUD Sumedang dan RS Pakuwon.
Maklum harus beres-beres rumah dulu setelah istri saya mengajar di PAUD (pendidikan anak usia dinia) Aster Perum Jatihurip, ya nggak bisa hadir tepat waktu. Jadinya, saya hanya bisa mengkuti rombongan saat berkunjung ke RS Pakuwon.
Rombongan PPNI diterima dr H Noerony Hidayat, Direktur RS Pakuwon. PPNI tampaknya merasa perlu berdialog dengan dr Noerony ini, sebab mantan Direktur RSUD Sumedang dan terakhir mantan Direktur RS Al Ikhsan Bandung (milik Pemprov Jabar, red), dipadang sebagai “guru” kalangan PPNI Sumedang. PPNI
Cukup menarik dari dialog antara pengurus PPNI dengan Direktur RS Pakuwon tentang dunia keperawatan ini. dr Noerony, secara gamblang membeberkan peranan perawat tempo dulu.
Sama halnya dengan dokter, perawat mendapat kedudukan istimewa di tengah-tengah masyarakat, bahkan disebut-sebut sebagai “juragan” pula. He he ini kan tempo dulu.
Karena dianggap seperti itulah, maka terjadi semacam kesenjangan sosial antara petugas medis dan masyarakat. Akibatnya, tak sedikit tenga medis yang menjadi “besar kepala” sehingga lupa terhadap tugas dan kewajibannhya.
Akibat lainnya, pelayanannyapun, “Masyarakat yang membutuhkan dokter atau perawat,” kata dr Noerony.
Secara tegas, dr Noerony tak menghendaki paradigma seperti itu terjadi pada saat ini, walaupun tak bisa dipungkiri kalau masih saja ada oknum perawat atau dokter yang berpeprilaku seperti tadi.
Tanggalkan paradigma lama dan segera ubah dengan paradigma baru. “Kalau dulu masyarakat yang butuh dokter atau perawat, nah sekarang dibalik dokter atau perawat yang buruh masyarakat,” tandasnya.
Artinya, kedepakan pelayanan yang prima bagi masyarakat. Yang paling utama adalah tampilkan senyum dan ramah tamah terhadap pasien dalam kondisi apapun.
Sebab, ungkap dr Noerony, bisa terjadi pasien bisa sembuh hanya dengan merasakan kermahtamahan pelayanan medis.
Sikap seperti itu, tak hanya diberlakukan di rumah sakit swasta, melainkan di RSUD Sumedang pun mestinya bisa diterapkan. Apalagi, RSUD ini milik pemerintah, ya pelayanan sejak pertama pasien masuk mestinya merasa betah dengan penerimaan yang full senyum dan keramah tamahan pelayanan medis.
Sementara itu H Aat Permana yang juga Anggota DPRD Sumedang dari Fraksi Partai Golkar ini, mengaku telah mendapat pencerahan dalam rangka upaya peningkatan kualitas SDM maupun pelayanan kepada masyarakat.
Semoga saja.
Selamat Ulang tahun PPNI, selamat Hari Perawat Sedunia!