SUDAH lama tak terdengan kasus telpon gelap, ternyata muncul kembali, Ravu (11/6). Belum ada korban sih, cuma kehati-hatian saat ini diperlukan sebab kenyatannya telah bangkit lagi.
Kali ini menimpat Ir Ade Guntara Ardi, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterpan) Kabupaten Sumedang, Jabar. Soalnya ia mendapat SMS dan telepon langsung mengaku H Minan Sukarnan Ketua Komisi B DPRD. Maksudnya, sudah bisa ditebak kemana larinya.
H Minan Sukarnan yang kini dipercaya sebangai Ketua Pansus Kebersihan, Produk Hukum dan Penerimaan Pajak, tiba-tiba dibuat gerah setelah dikhabari Ade Guntara yang menyebutkan ada penelpon yang mencatut namanya.
“Saya bilang saya sedang membahasa tiga buah Raperda, jelas tak sempat dan bahkan saya tak pernah pernah main telepon untuk tujuan tertentu. Memang sih Pak Ade sendiri nggak percaya, karena dia hafal betul vokal, gaya dan bahkan hafal nomor HP saya,” katanya.
Minan sudah menduga maksud si penelpon ini. “Karenanya,sayia salut kepada Pak Ade yang begitu hati-hati sehingga langsung menghubungi saya. Ini yang mestiya dilakukan oleh para pejabat khususnya, agar tak mudah percaya terhadap orang tak dikenal,” ujarnya.
Atas kasus ini, Minan dari Fraksi Partai Golkar ini mengingatkan kepada para pejabat untuk tak mudah memenuhi permintaan seseorang apalagi terhadap pelelpon yang mengaku-ngaku anggota DPRD. KIta sudah mencatat nomor HP-nya meudah-mudahan ngebel lagi dan biar siap ditangkap polisi sekalian,” katanya kesal.*** 