Mengelola Posyandu Butuh Idealisme dan Semangat

By Endy Rosady

Laporan: EndyNews

MENJADI kader Posyandu memang butuh idealisme dan semangat yang luar biasa. Soalnya, dalam menjalankan tugas-tugasnya, selain hanya pengabdian bagi masyarakat dan tak diupah, juga mesti mengorbankan waktu untuk
keluarga.

Hal ini terjadi di setiap lembaga swadaya masyarakat seperti Posyandu di manapun. Tak terkecuali di Posyandu Kemuning Perumnas Jatihurip RW 12 Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Pengabdian! Itu kata kunci yang dipegang Ny Sri Hermawaty dalam membina Posyandu Kemuning. Dengan niat ibadah untuk kepentingan masyarakat, bagaimanapun tingginya kegiatan, ia jalani dengan enjoy. Hal ini berdampak terhadap para kader Posyandu Kemuning lainnya.

Tengok saja, kegiatan seorang kader yang juga dipercaya mengelola Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Desa Jatihurip, sekalipun hanya menjadi fasilitator desa (FD) namun waktu yang dibutuhkan cukup banyak.

Bahkan, Ny Sri mesti meninggalkan tugas sosialnya sebagai tutor di pendidikan anak usia dini (PAUD) Aster Desa Jatihurip. Dilibatkan dalam PNPM 2008, tentu saja lebih mendekatkan aspirasi warga melalui program ini.

Kegiatan lainnya yakni, selain sebagai kader Posyandu, juga kegiatan PKK Desa Jatihurip dan pengurus PKK RW 12 Blok 4 Perumnas Jatihurip. Tak heran, jika selama Juni 2008, kegiatannya luar biasa padat.

Bayangkan, dari uusan Posyandu, PAUD, PNPM juga mengurusi masalah program bantuan langsung tunai (BLT) dan Raksa Desa.

Tentang dua program terakhir ini, kata Ny Sri, benar-benar cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran. Sebab, untuk melakukan validasi data BLT di RW 12, dibutuhkan nurani dan sekaligus keberanian.

Demikian pula untuk mengelola PNPM yang tak lain memfasilitasi penyaluran dana bergulir bagi Gakin produktif berupa bantuan modal dengan total bantuan Rp 4 juta

Tentu saja, untuk menentukan Gakin produktif ini diperlukan ketelitian dan juga keberanian. “Bukan apa-apa, soalnya kami tidak ingin memberikan bantuan modal di luar sasaran dan tak penuhi persyaratan,”tandasnya.

Ia merasa lega setelah beberapa kegiatan yang cukup melelahkan tersebut bisa dilalui dengan selamat. Bahkan, setelah pelepasan Angkatan I PAUD Aster tahun ajaran 20007/2008, Kamis (26/6), kini memasuki masa rest.
“Alhamdulillah,” paparnya lega.***

Tinggalkan Balasan